Religious Tolerance Practices within Military Environment: A Study of Pura Wira Satya Dharma, Bandung

Penulis

  • Rika Dilawati UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Sri Wahyuni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Kata Kunci:

Religious Tolerance, Military Social Structure, Social Interaction, Hindu Minority, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik toleransi antarumat beragama terbentuk dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari di Pura Wira Satya Dharma, Bandung. Studi ini penting dilakukan mengingat Indonesia merupakan negara multikultural dengan potensi konflik berbasis agama yang masih terjadi, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik toleransi yang nyata dalam konteks sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan pengurus pura dan masyarakat sekitar, serta dokumentasi kegiatan keagamaan dan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam praktik toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi antarumat beragama terbentuk melalui tiga aspek utama. Pertama, praktik kehidupan sehari-hari yang ditandai dengan keterbukaan ruang ibadah dan kebebasan menjalankan aktivitas keagamaan. Kedua, aktivitas sosial lintas agama seperti donor darah, bakti sosial, dan gotong royong yang menjadi media interaksi non-formal yang efektif. Ketiga, peran lingkungan militer sebagai struktur institusional yang menanamkan nilai kebangsaan, disiplin, dan solidaritas sehingga memperkuat hubungan sosial yang inklusif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya dapat dibangun melalui pendekatan normatif atau dialog formal, tetapi juga melalui praktik sosial yang berkelanjutan dan dukungan struktur sosial yang kondusif. Oleh karena itu, penguatan program berbasis kegiatan sosial lintas agama dapat menjadi strategi efektif dalam membangun harmoni di masyarakat multikultural. Keaslian penelitian ini terletak pada pengkajian toleransi dalam konteks lingkungan militer yang masih jarang diteliti, serta pada integrasi antara praktik sosial, nilai keagamaan, dan struktur institusional dalam menjelaskan terbentuknya toleransi secara empiris.

Referensi

Abdul Rahman, N. F., & Shapie, N. S. (2023). Religious Tolerance Conceptual Framework: Malaysian Religious Leaders and Scholars’ Perspective. International Journal of Islamic Thought, 24(1). https://doi.org/10.24035/ijit.24.2023.279

Abdurrazak, Azhari, S., Wanda, P., Ambakti, S., & Humamurrizqi. (2022). Religious Tolerance Based on Local Wisdom: Social Perspective of Lombok Community. Jurnal Lektur Keagamaan, 20(1), 203–226. https://doi.org/10.31291/jlka.v20.i2.1027

Abror. (2020). Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi. RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), 137–148. https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174

Arifin, A. Z. (2019). Toleransi dalam Agama Hindu; Aplikasi Ajaran dan Praktiknya di Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 2(2), 71–92. https://doi.org/10.33363/swjsa.v2i2.60

Batool, M., Akram, B., & Gill, H. U. A. (2024). Demographics and Religious Tolerance Among Youth: Moderating Role of Education. Pakistan Journal of Psychological Research, 39(1), 53–74. https://doi.org/10.33824/PJPR.2024.39.1.04

BPS. (2024). Agama di Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.

Desky, H., & Rijal, S. (2021). Pengembangan Kerukunan Masyarakat Multikultural Melalui Pendekatan Agama. International Journal of Islamic Thought, 20, 45–52. https://doi.org/10.24035/ijit.20.2021.209

Diantika, P. (2024). Refleksi Pendidikan Multikultural Pada Pemujaan Hindu-Islam Di Pura Kramat Desa Adat Seseh Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. JAPAM (JurnalPendidikan Agama), 1(1), 62–74.

Dudin, M. N., Protsenko, I. O., Frolova, E. E., Voykova, N. A., & Hokonov, A. A. (2018). Formation of religious tolerance among undergraduates in the multireligious environment of university. European Journal of Science and Theology, 14(2), 77–87.

Erawadi, E., & Setiadi, F. M. (2024). Exploring Religious Harmony Through Dalihan Na Tolu: Local Wisdom in Peacebuilding in Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 12(3), 1379–1408. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v12i3.1398

Feriyanto, F. (2018). Nilai-Nilai Perdamaian Pada Masyarakat Multikultural. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 20–28.

Gasser, G. (2022). Pluralism Is Not Enough For Tolerance Philosophical And Psychological Reflections On Pluralism And Tolerance. Roczniki Filozoficzne, 70(4), 395–414. https://doi.org/10.18290/rf2204.14

Hayati, N., & Sahrin, A. (2025). Harmoni dalam Keberagaman: Peran Pura Agung Swamandala dalam Memperkuat Relasi Islam-Hindu. Jurnal Perspektif, 9(2), 305. https://doi.org/10.15575/jp.v9i2.355

Kamaruddin, K., & Sabannur, S. (2018). Toleransi antar umat beragama penganut Islam dan Hindu-Dharma Di Desa Toabo Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Jurnal Al Adyaan; Jurnal Sosial dan Agama, 5(01), 75–102.

Kieliszek, Z. (2025). The role of religious tolerance in ensuring social stability and peace: perspectives from J. Locke to J. Habermas. Clio. Revista de Historia, Ciencias Humanas y Pensamiento Critico., 5(10), 2037–2071. https://doi.org/10.5281/zenodo.15598480

Kodelja, Z. (2021). Toleration and the Right to Freedom of Religion in Education. In The Palgrave Handbook of Toleration (hal. 905–924). https://doi.org/10.1007/978-3-030-42121-2_53

Kroessin, M. R. (2008). Religions and Development Research Programme Concepts of Development in ‘ Islam ’: A Review of Contemporary Literature and Practice. Interpreting, 82.

Kurniawan, D. (2021). Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Penanaman Sikap Tasamuh Masyarakat. Pendidikan Multikultural, 5(1), 1. https://doi.org/10.33474/multikultural.v5i1.10317

Lessy, Z., Sumarni, S., & Rohman, M. (2025). Understanding Religious Tolerance Through the Human Rights Lens: The Implication for Religious Education. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 22(1), 1–21. https://doi.org/10.14421/jpai.v22i1.8512

Maulana, A. M. R., Rachmawati, F., Rifdah, N., Prayitno, S. A. P., Laily, Q., & Izzah, A. N. (2023). Moderasi Beragama Dalam Pandangan Hinduisme Jawa Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(3), 417–434. https://doi.org/10.57248/jishum.v1i3.89

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications, Inc.

Miller, D. L. (1973). George Herbert Mead: Symbolic Interaction and Social Change. The Psychological Record, 23(3), 294–304. https://doi.org/10.1007/BF03394172

Nasution, F. A., Sutrisno, J., Nuryadin, D., Yasin, A., & Pribadi, M. A. (2025). Considerations on the Prohibition of Interfaith Greetings in Indonesia: Between Religion and Harmony. Pharos Journal of Theology, 106(1), 1–13. https://doi.org/10.46222/PHAROSJOT.106.9

Prihantoro, Y., & Hestiningrum, P. N. (2020). Selayang Pandang Perkembangan Agama-Agama Dunia Dan Sejarah Penyebarannya Di Nusantara (Overview Of The Development Of World Religions And The History Of Their Spread In The Nusantaraoverview Of The Development Of World Religions And The History ). QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 2(2), 165–184. https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i2.28

Rindrasari. (2026). Polemik Rumah Ibadah di Kupang: Antara Hoaks, Regulasi, dan Tanggung Jawab Negara. Koalisi Advokasi KBB Indonesia.

Saumantri, T. (2023). Construction of Religious Moderation in Seyyed Hossein Nasr’s Perennial Philosophy Perspective. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, 9(1), 89–112. https://doi.org/10.20871/kpjipm.v9i1.259

Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sukidin, & Basrowi. (2002). Metode Penelitian Perspektif Mikro: Grounded theory, Fenomenologi, Etnometodologi, Etnografi, Dramaturgi, Interaksi Simbolik, Hermeneutik, Konstruksi Sosial, Analisis Wacana, dan Metodologi Refleksi. Insan Cendekia.

Sunarti, S., & Sari, D. A. (2021). Religious Moderation As The Initial Effort To Form Tolerance Attitude of Elementary School. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(2), 138. https://doi.org/10.24252/auladuna.v8i2a2.2021

Suryana, T. (2011). Konsep dan aktualisasi kerukunan antar umat beragama. Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 9(2), 127–136.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348. https://doi.org/10.37302/JBI.V12I2.113

Wasistha, I. N. A., Pageh, I. M., & Yasa, I. W. P. (2022). Toleransi Nyama Bali-Nyama Selam Di Desa Bukit, Karangasem, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA. Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(2), 43–57. https://doi.org/10.23887/jjps.v10i2.43561

Zamili, M. (2015). Menghindar Dari Bias: Praktik Triangulasi dan Kesahihah Riset Kualitatif. Jurnal Lisan Al-Hal, 7(2), 283–304.

Zanky, A., Kevin, A., Nakaya, M., Abidzar, M., Zahra, S. A., & Ghozali, I. (2025). Toleransi Beragama: Kerukunan Dalam Masyarakat Multikultural Di Indonesia. Jurnal Studi Islam dan Hukum Syariah, 3(2), 455–464. https://doi.org/10.3342/jursih.v3i2.459

Diterbitkan

2026-07-06

Cara Mengutip

Dilawati, R., & Wahyuni, S. (2026). Religious Tolerance Practices within Military Environment: A Study of Pura Wira Satya Dharma, Bandung. JERSS Multidisciplinary: Journal of Education, Religion, Social, and Science, 1(1), 37–51. Diambil dari https://jurnal.andalasmandiriberkarya.com/index.php/JERSS/article/view/33